27 Maret 2020 11:05:31
Ditulis oleh Admin

Belajar Hingga ke Seberang Jepang

http://binangun-singgahan.desa.id – Belajar memang tidak terbatas oleh ruang. Hal itulah yang mungkin dapat diambil contoh seperti yang pernah dilakukan oleh peternak muda asal Dusun Punten Desa Binangun Kecamatan Singgahan. Hartono, adalah sosok pemuda yang tak malu bergelut dengan dunia peternakan yang dianggap tidak terlalu keren oleh kebanyakan pemuda pada umumnya. Semangat untuk menekuni itu membawanya belajar sampai ke Jepang

.        

Berawal dari orang tuanya yang sejak ia kecil sudah memperkenalkannya dengan kegiatan beternak, membuat Hartono terbiasa membantu orang tuannya beternak sejak usia Sekolah Dasar. Hingga akhirnya pada tahun 2013 mengikuti seleksi Program Duta Petani Muda di BBPP (Balai Besar Pelatihan Peternakan) Kota Batu, namun tidak lolos waktu itu. Hingga pada tahun 2015 mengikuti program yang sama yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian Cq. Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian dengan Asosiasi Petani di Jepang dan lolos seleksi di Batu, kemudian diseleksi lagi di Bogor dari 200 peserta, menjadi satu dari 32 peserta yang lolos seleksi. Selanjutnya mengikuti pemantapan di BBPKH (Balai Besar Pelatihan Kesehatan Hewan) Cinagara dan berangkat bersama duta-duta petani muda terpilih yang lain ke Jepang pada tahun 2016-2018. Waktu magang selama 2 tahun memberikan banyak pengalaman, ilmu dan keluarga baru, tepatnya di Akuzawa Farm, Kota Maebashi Provinsi Gunma Jepang.

Setelah pulang ke Tanah Air, Hartono tetap beternak di Desa kelahirannya bersama orangtuanya. Beternak bebek sudah digeluti oleh orang tuannya sejak Hartono kecil. Dan saat ini menjadi tugasnya untuk menggeluti itu sebagai peternak muda dengan semangat kerja yang luar biasa dan aktif dalam (LKD) Lembaga Kemasyarakatan Desa sebagai Pengurus Karang Taruna. Disamping itu juga bersama pemuda-pemuda yang lain membuat kelompok peternak di Dusunnya, yakni Lumintu Farm.

Peternak berusia 30 tahun ini menggeluti ternak bebek petelur jenis jawa ras “Abang Solo” (merah solo, red) yang didatangkan dari Jawa Tengah pada usia 1-2 hari. Dengan proses yang tidak sebentar, Hartono tetap telaten dalam menggeluti bidang ini. Bebek kecil atau yang biasa orang sebut Meri ini mulai usia 1-7 hari harus mendapat pakan dengan kombinasi sentrat, tremble dan dedak halus (bekhatul) yang pas. Diusia 7-25 hari kombinasi pakan diganti, yakni dengan bekathul, daun pepaya dan karak (sisa nasi yang dikeringkan). Di usia 25 hari sampai dengan 5,5 bulan, bebek sudah siap diangon (digembala dengan tujuan menekan pakan, menambah kekebalan sampai waktu siap bertelur). Namun sebelumnya harus dilatih terlebih dulu pengenalan dengan pakan gabah (biji padi) pada usia 25 sehingga tidak mengalami kebingungan dengan masa perubahan pakan dikandang dengan di area angon. Angon inipun juga sebenarnya bermanfaat untuk lahan pertanian karena berfungsi sebagai pembersih hama alami dan menambah kesuburan tanah dengan kotoran yang dihasilkan di area tersebut sebagi kompos.     

Ada sekitar kurang lebih 2000 ekor bebek yang diternak oleh Hartono saat ini dan pada masa angon.  Dengan bibit awal yang harganya 7 ribu per ekor, pada masa siap telur dapat dijual ke peternak lanjutan di sekitar Kecamatan Singgahan sendiri, Bojonegoro dan bahkan sampai ke Madura dengan harga sekitar 70 ribu per ekor atau standart harga pasar. Sudah bisa dihitung tentunya berapa omzet dari beternak bebek ini, namun tentunya dengan melewati masa ternak yang memerlukan ketelatenan. Hartono pun terbiasa terjun langsung angon tanpa merasa malu ataupun gengsi. Karena menurutnya, saat ini yang dibutuhkan adalah usaha dan kerja keras, bukan membatasi diri dengan gengsi. “semangat, kedisiplinan, dan etos kerja yang saya dapatkan dari magang di Jepang yang mengajarkan saya banyak hal untuk saya bawa pulang di sini”. Imbuhnya.

Menjadi sosok inspiratif adalah hak bagi siapa saja yang mampu menggali potensi diri dan mengaplikasikannya dengan karya. “Mari, saatnya pemuda berkarya untuk Desa dan Negara”. (RE/BIN)

 

 

 

 

 

 



image
Gambar Tambahan 1 Lihat Gambar
image
Gambar Tambahan 2 Lihat Gambar
image
Gambar Tambahan 3 Lihat Gambar
Kategori

Bagikan :

comments powered by Disqus