26 Desember 2019 14:02:14
Ditulis oleh Admin

Sosialisasi PHBS Dalam Rapat Pleno PKK Desa Binangun Bulan Desember 2019

http://binangun-singgahan.desa.id – Melanjutkan dari kesepakatan pleno sebelumnya, maka pleno PKK Desa bulan Desember ini dilaksanakan pada Rabu (25/12/2019). Namun pleno kali ini agak berbeda karena sekaligus diadakan sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat(PHBS) guna mencegah penyakit menular (HIV/AIDS, Tuberkulosis, dll) oleh Pemerintah Desa Binangun dengan menghadirkan narasumber yang membidangi dari Puskesmas Singgahan, Ny. Siti Jumiatun, S.Keb.NS dan Bidan Desa Binangun, Ny. Fajriyatin Annisa, Amd. Keb.

Susunan Acara :

  1. Pembukaan . Oleh pembawa acara, Ny. Roudlotul Mukholifah
  2. Menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars PKK dipimpin oleh dirijen, Ny. Minarsih
  3. Pembacaan notulen rapat pleno PKK Desa Binangun Bulan Nopember oleh Ny. Reni Ermawati
  4. Sambutan-sambutan :
  • Kepala Desa Binangun. Bapak Muhammad Munja selaku kepala desa mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan promosi hidup sehat ini yang sekaligus bersamaan dengan rapat pleno PKK Desa dan harapannya kedepan dapat menjadi pengetahuan yang bermanfaat untuk pribadi dan sekitar.
  • Ketua TP PKK Desa Binangun. Ny. Muntianim dalam sambutannya menyampaikan agar seluruh anggota yang hadir dalam kegiatan ini dapat mengambil manfaat yang baik dari apa yang nantinya akan disampaikan oleh narasumber.
  1. Sosialisasi Perilaku  Hidup Bersih dan Sehat
  • Fajriyatin Annisa, Amd. Keb :
  • PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) adalah semua perilaku kesehatan yang dilakukan karena kesadaran pribadi sehingga seluruh keluarga dan seluruh anggotanya mampu menolong diri sendiri pada bidang kesehatan serta memiliki peran aktif dalam masyarakat
  • Tujuan PHBS : (1) lingkungan sehat, (2) mencegah dan mengatasi masalah kesehatan, (3) memanfaatkan pelayanan kesehatan, (4) mengembangkan UKBM (upaya kesehatan bersumberdaya manusia)).
  • Manfaat PHBS : (1) tidak mudah sakit, (2) tumbuh sehat dan cerdas, (3) produktivitas meningkat, (4) meningkatkan pendapatan keluarga.
  • Indikator-indikator dalam PHBS : (1) persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan, (2) memberi bayi ASI eksklusif, (3) menimbang balita setiap bulan, (4) menggunakan air bersih, (5) mencuci tangan dengan air bersih dan sabun, (6) menggunakan jamban sehat, (7) memberantas jentik dirumah sekali seminggu, (8) makan buah dan sayur setiap hari, (9) melakukan aktivitas fisik setiap hari, (10) tidak merokok di dalam rumah.
  • Siti Jumiatun, S.Keb.NS :
  • Human Immunodeficiency Virus (HIV) merupakan (1) virus (salah satu jasad renik) penyebab penyakit yang sangat ganas, (2) hanya menyerang manusia, (3) menyebabkan menurunnya kekebalan tubuh manusia, (4) Setelah kekebalan tubuh menurun, akan timbul berbagai macam penyakit penyerta (infeksi opportunistik), (5) sekumpulan gejala penyakit tersebut disebut AIDS.
  • Virus HIV :
  1. Famili Retrovirus
  2. Sub-Familia Lentivirinae
  3. Membuat DNA dari RNA dengan bantuan enzim reverse transcriptase
  4. Ada 2 jenis HIV-1 dan HIV-2
  5. Grup M,N,O
  6. Subtipe A-K
  • Perjalanan Infeksi HIV :

Ada beberapa tahap

  1. Infeksi akut
  2. Asimptomatik
  3. Limfadenopati generalisata
  4. Penyakit lain :

           Sub grup A penyakit konstitusional

     Sub grup B penyakit neurologic

     Sub grup C penyakit infeksi sekunder

     Sub grup D keganasan sekunder

     Sub grup E keadaan lain.

  • Virus HIV hanya hidup dalam cairan tubuh seseorang yang telah terinfeksi terutama di dalam : darah, air mani (pria), cairan vagina (perempuan), air susu ibu, dan cairan-cairan bagian dalam lainnya (ketuban, dll)
  • Virus HIV tidak terdapat pada cairan tubuh : keringat, air mata dan air liur.
  • Virus HIV dapat ditularkan dari seseorang yang terinfeksi HIV (pengidap HIV) bila seseorang (yang masih sehat) terpapar / berhubungan dengan cairan tubuh pengidap HIV, seperti : darah, air mani (pria), cairan vagina (perempuan), dan cairan-cairan bagian dalam lainnya
  • Cara penularan : seksual (homoseksual, heteroseksual, dan biseksual), darah (narkoba suntik), dan ibu keanak (perinatal).
  • AIDS merupakan Acquired Immuno Deficiency Syndrome, Kumpulan gejala akibat rontoknya sistem kekebalan tubuh yang disebabkan oleh virus HIV (Human Immunodefisiency Virus) dan pemeriksaan laboratorium diperlukan untuk diagnosis
  • Stadium Infeksi HIV :
  1. Stadium klinis I : (a) Kelenjar GB dengan diameter > 1.5 cm pada > 2 tempat di ekstra inguinal selama > 3 bulan, (b) benjolan tidak nyeri tekan, simetris, dan sering mengenai servikal posterior, aksila, oksipital, dan epitrochlear, (c) periksa DL dan X-foto dada (KGB hilus & mediastinum), (d) terjadi pada sampai 50% infeksi HIV, (e) Sampai 1/3 nya tidak ada gejala lain, (f) PGL dapat mengecil secara perlahan selama perjalanan penyakit dan dapat hilang sendiri sebelum timbulnya AIDS, dan (g) tidak ada terapi spesifik.
  2. Stadium Klinis 2 : (a) berat badan menurun <10% dari BB semula, (b) kelainan kulit dan mukosa ringan seperti, (c) dermatitis seboroik, papular pruritic eruption, (d) PPE. infeksi jamur kuku, ulkus oral rekuren, (e) cheilitis angularis, (f) herpes zoster dalam 5 tahun terakhir, (g) infeksi saluran napas bagian atas seperti sinusitis bacterial.
  3. Stadium Klinis 3 : (a) berat badan menurun >10% dari BB semula, (b) diare kronis yang tidak diketahui penyebabnya berlangsung > 1 bulan, (c) demam tanpa sebab yang jelas yang (intermiten atau konstan) > 1 bulan, (d) kandidiasis Oral (thrush), (e) Oral Hairy leukoplakia, (f) TB paru dalam 1 tahun terakhir, (g) infeksi bakteri berat (pnemonia, pyomiositis), (h) angiomatosis basiler, (i) herpes zoster yang berkomplikasi.
  4. Stadium Klinis 4 : (a) HIV wasting syndrome (BB turun 10% + diare kronik, (b) > 1 bln atau demam >1 bln yg tdk disebabkan penyakit lain, (c) pneumonia Pneumocystis (PCP), (d) toksoplasmosis pada otak, (e) kriptosporidosis, isosporiasis, microsporidiosis dengan diare >1 bulan, (f) kriptokokosis ekstra paru, (g) cytomegalovirus (CMV) pada 1 organ selain hati, limpa, (h) kelenjar getah bening (mis: retinitis), (i) herpes simplex virus (HSV) mukokutaneus > 1 bulan, (j) progressive multifocal leucoenphalopathy (PML), (k) mikosis disseminata (histoplasmosis, koksidioidomikosis, penisiliosis)
  • Pencegahan HIV : (1) Setia kepada pasangan, (2) tidak melakukan hubungan seks bebas, (3) menggunakan kondom pada hubungan seks berisiko, (4) hindari pemakaian berbagai peralatan tajam secara bergantian (jarum suntik, jarum tato, jarum tindik, pisau cukur), (5) penanganan hati-hati terhadap pengumpulan dan pembuangan berbagai peralatan tajam, (6) penggunaan pelindung diri seperti sarung tangan, jubah, masker, setiap kali kontak langsung dengan berbagai cairan tubuh (darah, air mani, cairan vagina).
  • Tujuan ARV (Antiretroviral) : (1) menghentikan progresifitas penyakit HIV dengan menekan viral load, (2) memulihkan sistem immun, dan mengurangi terjadinya infeksi oportunistik, (3) memperbaiki kualitas hidup, (4) menurunkan morbiditas dan mortalitas karena infeksi HIV
  • Tuberkulosis (TB) Paru merupakan penyakit   yang sangat menular yang disebabkan kuman mycobacterium Tuberculosa dan bisa disembuhkan dengan minum obat teratur selama 6 – 9 bulan.
  • Gejala TB Paru : gejala utama batuk berdahak 3 minggu atau lebih, gejala tambahan : dahak bercampur darah, sesak napas dan nyeri dada, gejala sistemik lain (badan lemah , nafsu makan menurun, keringat malam , BB menurun , malaise, demam dll.
  • Diagnosa banding : Gejala   < 3 minggu (Acut Bronchectasis, Acut Bacterial Pneumonia, Lung Abses, Interstitial Pneumonia. Biasanya sembuh dengan Antibiotika yg kuat .Gejala > 3 minggu (Bronchiectasis, Chronic Bronchitis atau COPD, dan Asma).

 

  • Diagnosis TB : Diagnosa pasti ( Gold Standart ) ditemukan kuman mycobacterium TB, dan dalam biakan ( kultur ) & Tes Identifikasi. Dalam Strategi DOTS ditemukan kuman mycobacterium TB, dan melalui Pemeriksaan dahak mikroskopis.
  • Diagnosis Tuberkulosis paru : perlu 3 spesimen dahak (sewaktu dikumpulkan pada kunjungan pertama, dikumpulkan penderita pada besok paginya, dan sewaktu dikumpulkan pada kunjungan kedua).
  • Diagnosis TBC Paru : (1) pemeriksaan mikroskopis dahak merupakan teknologi tepat guna yang bisa menentukam penderita mana yang menular, resiko kematian, dan prioritas untuk mendapat pengobatan, (2) pemeriksaan foto rontgen dada tidak spesifik diagnosis TBC, dan (3) pemeriksaan serologis (PCR, dll) tidak terbukti dalam pemberantaan TBC.
  • Strategi pengendalian Tuberkulosis di Jawa Timur : (1) pemberdayaan masyarakat, (2) meningkatkan akses pada layana DOTS (directly observed treatment shortcourse) yang berkualitas, (3) penguatan manajemen korban, (4) dukungan seluruh stakeholder, (5) dan pengembangan program.

 

  1. Doa penutup dan dilanjutkan pengundian arisan bulanan PKK Desa Binangun. (RE/BIN)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



image
Gambar Tambahan 1 Lihat Gambar
image
Gambar Tambahan 2 Lihat Gambar
image
Gambar Tambahan 3 Lihat Gambar
Kategori

Bagikan :

comments powered by Disqus