03 Oktober 2019 12:44:37
Ditulis oleh Admin

Pertemuan Lintas Sektor Koordinasi Program Kesehatan Puskesmas Singgahan 2019

http://binangun-singgahan.desa.id – Pertemuan Lintas sector di Kecamatan Singgahan rutin diadakan dalam tiap 3 bulan sekali. Rabu (02/10/2019) di Pendopo Kecamatan Singgahan diadakan Pertemuan Lintas Sector Koordinasi Program Kesehatan Puskesmas Singgahan Tahun 2019 yang dihadiri oleh Forkopimka, Kepala UPTD instansi se-Kecamatan Singgahan, Kepala Desa se-Kecamatan Singgahan, Ketua TP PKK Kecamatan Singgahan, Ketua Fatayat NU, Ketua FMM, Ketua Muslimat NU, Ketua LSM se-Kecamatan Singgahan dan Kepala KUA Singgahan.

Yuli Susanti, SM selaku Sekretaris Desa Binangun turut menghadiri acara lintas sector tersebut mewakili Kepala Desa Binangun yang pada saat acara tersebut bersamaan dengan acara lain. Acara lintas sector dibuka dan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya yang kemudian sambutan oleh Sekcam Singgahan, Sutaji, S. STP. Beliau menyampaikan bahwa selama ini masih kurang maksimalnya tindak lanjut dari pertemuan lintas sector sebelumnya. Yang sudah berjalan dilingkup OPD (Organisasi Perangkat Daerah) terkait. Dalam kesempatan ini, desa bertepatan dengan penyusunan RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah)  atau anggaran tahun depan yang berkaitan dengan program kegiatan kesehatan, pendidikan, dan pertanian bisa dianggarkan, dan prioritas OPD apa saja bisa selaras dengan itu. Menyikapi program Bupati lingkup kemiskinan, pemberdayaan dan pembangunan fisik, di pos anggaran pemberdayaan memang masih terbilang kurang. Pengkajian potensi desa juga masih belum bisa maksimal, padahal hal tersebut justru sangat penting untuk menjadikan desa yang mandiri dan bisa dilakukan dengan penyertaan modal di BUMDES (Badan Usaha Milik Desa) agar bisa turut menjadikan suksesnya desa yang mandiri. “ Karena suksesnya suatu desa tidak hanya tentang bangunan fisik yang jadi tolok ukurnya, tetapi juga membantu kebutuhan desa dan pengembangan potensi-potensi untuk desa yang maju dan mandiri”. Imbuhnya.

Selanjutnya sambutan oleh dr. Anik Yunida selaku Kepala Puskesmas Singgahan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan data penyakit menular SP sampai pada bulan Agustus 2019 ini. Beliau juga memaparkan program Puskesmas . dalam variable rumah tangga sehat yang memenuhi 10 indikator PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) masih belum memenuhi capaian yaitu sebesar 42,7 %. Factor yang paling mempengaruhi yaitu merokok di dalam rumah. Rencana tindak lanjutnya yaitu sosialisasi KTR (Kawasan Tanpa Rokok) dan penyuluhan tentang bahaya rokok. Survey keluarga sehat (KS) dilaksanakan disemua desa se-kecamatan Singgahan dengan hasil terbanyak adalah keluarga prasehat yang indicator utama tidak terpenuhi ( adanya anggota keluarga yang merokok dalam rumah, belum punya jaminan kesehatan dan masih adanya perilaku BAB S). hal tersebut akan ditindak lanjuti dengan penyuluhan pentingnya memiliki jaminan kesehatan, melakukan koordinasi dengan BPJS dalam rangka sosialisasi KIS (Kartu Indonesia Sehat), desa memfasilitasi keluarga tidak mampu untuk mendaftar KIS PBI (KIS Penerima Bantuan Iuran), pemicuan STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) dan mengaktifkan desa siaga. Karena pada keseluruhan aspek hampir semua belum memenuhi capaian maka akan dilakukan validasi data, kegiatan pemeriksaan TTU/sekolah bersamaan dengan skrining kesehatan anak sekolah, dan sosialisasi dan identifikasi STBM dan pemicuan menuju Desa ODF atau Open Defecation Free (sudah berjalan sesuai target 8 desa yakni Binangun, Mergosari, Tunggulrejo, Tingkis, Lajo lor, Mulyoagung, Laju Kidul dan Tanggir dengan terbentuknya arisan jamban).

 Mengenai kesehatan ibu, anak dan keluarga berencana, diungkapkan masih adanya angka kematian ibu, bumil yang tidak mengikuti kelas bumil dan masih ada bumil tidak mampu yang tidak memiliki jaminan kesehatan (KIS), cakupan KB pasca bersalin yang masih kurang, cakupan bayi yang mendapat ASI eksklusif kurang maksimal, masih ada kasus gizi buruk dan stunting. Dan semua itu berusaha dilakukan tindak lanjut untuk solusi terbaik dengan kerjasama dari berbagai pihak yang terkait.

Pencegahan dan pengendalian penyakit

  1. Penyakit menular : (1) inovasi jaring perkasa, (2) inovasi getuk berlin, Dan (3) menghilangkan stigma negative HIV/AIDS.
  2. Penyakit tidak menular : (1) dukungan dari lintas sector dan peran aktif masyarakat serta dukungan dana, (2) kerjasama Disdikpora untuk sosialisasi KTR dikawasan sekolah

Disamping pencegahan dan pengendalian penyakit tersebut juga dilakukan Survei Mawas Diri (SMD). SMD yaitu kegiatan pengenalan, pengumpulan dan pengkajian masalah kesehatan oleh sekelompok masyarakat setempat dibawah bimbingan petugas kesehatan di desa/bidan desa. Selanjutnya dilaksanakan Musyawarah Masyarakat Desa (MMD). MMd itu sendiri adalah pertemuan perwakilan warga desa beserta tokoh masyarakatnya dan para petugas untuk membahas hasil dari SMD dan merencanakan penanggulangan masalah kesehatan yang diperoleh dari hasil SMD.

Dengan diselenggarakan pertemuan rutin lintas sector akan dapat menjabarkan banyak hal-hal mulai dari permasalahan disekitar, solusi dan target capaian yang baik yang bisa dipaparkan oleh berbagai sector secara terbuka dan saling bersinergi. (RE/BIN)



image
Gambar Tambahan 1 Lihat Gambar
image
Gambar Tambahan 2 Lihat Gambar
Kategori

Bagikan :

comments powered by Disqus